Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Edukasi dan Konseling Nomophobia dalam Mengontrol Diri Remaja sebagai Pencegahan Adiksi Gadget di SMA Negeri 21 Makassar”. Kegiatan ini berlangsung pukul 10.00 – 12.00 WITA secara luring di aula SMA Negeri 21 Makassar pada hari Selasa, 5 Maret 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 200 siswa(i) kelas 10 dan 11 serta beberapa guru SMA Negeri 21 Makassar. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Lajama S.Pd., M.M selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan .

Kegiatan ini digagas oleh tim Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin yakni Dr. Kadek Ayu Erika,S.Kep., Ns., M.Kes. selaku ketua tim pengabmas; dan anggota yg diantaranya; Nur Fadilah, S.Kep, Ns., MN., Dr. Suni Hariati, S.Kep., Ns., M.Kep, Prof. Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp., M.Si, dan Arnis Puspitha R, S.Kep., Ns., M.Kes yang berkolaborasi dengan Istiana Tajuddin, S.Psi., M.Psi., Psikolog dari Fakultas Kedokteran Prodi Psikologi Unhas, serta supporting mahasiswa dari Fakultas Keperawatan Unhas.

Pada kegiatan ini, Dr. Kadek Ayu Erika,S.Kep., Ns., M.Kes membawakan materi tentang No mobile phone (Nomophobia) yaitu siswa siswi SMA Negeri 21 Makassar diajarkan tentang pengertian, ciri-ciri nomophobia, tingkatan, dampak dan cara pencegahan dari nomophobia. Kutipan materi yang disampaikan oleh Dr. Kadek Ayu Erika yaitu “Cara pencegahan Nomophobia itu di mulai dari hal-hal kecil, misalnya tidak menggunakan ponsel saat makan siang, menjauhkan diri dari ponsel saat malam hari, dan melakukan aktivitas yang bermanfaat misalnya dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi seperti berolahraga, menulis dan membaca”

Baca juga :  Pisiform Himafisio F.Kep gelar Physiotherapy Scientific Poster Competition (PSPC 2024)

Sebelum melakukan sesi penyampaian materi, kegiatan ini dibuka dengan pengisian pre test oleh peserta untuk mengukur pengetahuan dan skrining tingkat nomophobia serta kontrol diri remaja. Setelah penyampaian materi, peserta diminta untuk mengisi link post test pengetahuan. Selanjutnya, hasil skrining kecenderungan nomophobia yang tinggi pada remaja akan dilanjutkan dengan konseling.

Akhir kegiatan, Dr.Kadek menyerahkan plakat dan cinderamata kepada ibu Andi Ernawati, S.Pd.,M.Pd., P.hD selaku Kepala Sekolah. Besar harapan, melalui edukasi Nomophobia ini bisa menjadi langkah pencegahan adiksi gadget pada remaja, terutama di SMA Negeri 21 Makassar.

Bagikan Berita :