Lompat ke konten

TIM PENGABDIAN MASYARAKAT FAKULTAS KEPERAWATAN MENGADAKAN PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) BATARA SIANG KABUPATEN PANGKEP

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang mendapatkan pendanaan dari hibah Program PkM-Program Kemitraan Universitas Hasanuddin tahun 2023 dan merupakan rangkaian dari Dies Natalis ke-67 Universitas Hasanuddin. Tim Pengabmas ini diketuai oleh Dekan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp.,M.Si, yang sekaligus sebagai pemateri pada kegiatan ini. Tim Pengabmas ini beranggotakan; Nurlaila Fitriani, S.Kep.,Ns.,M.Kep.,Sp.Kep.J, Framita Rahman, S.Kep.,Ns.,MSc dari Fakultas Keperawatan dan berkolaborasi dengan Nur Syamsu Ismali, S.Psi.,M.Si dari Fakultas Kedokteran serta beberapa mahasiswa. Tema dari kegiatan Pengabmas ini adalah “Pelatihan Komunikasi Terapeutik dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Caring Perawat dalam Pelayanan Keperawatan di RSUD Batara Siang, Kabupaten Pangkep”. Kegiatan ini berlangsung di aula RSUD Batara Siang selama 2 hari yakni Senin-Selasa, 19-20 Juni 2023.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Direktur RSUD Batara Siang, Dr.Hj. Sri Nurul Hidayah, Sp.PK.,M.Kes. Pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 33 perawat dan bidan yang bertugas baik di ruang perawatan, Intensive Care Unit (ICU), Instalasi Gawat Darurat (IGD), dan Poliklinik RSUD Batara Siang.

Ketua tim pengabmas, Prof. Dr. Ariyanti Saleh, S.Kp.,M.Si, menjelaskan terkait pentingnya hubungan terapeutik perawat dan pasien serta kemampuan analisis diri perawat, menyampaikan bahwa “komunikasi terapeutik menjadi senjata penting bagi perawat dalam memberikan dan meningkatkan kualitas asuhan keperawatan maupun kebidanannya”. Prof Yanti juga menekankan pentingnya bagi perawat dan bidan untuk menyadari kemampuan diri dan menganalisis diri sebagai bagian dari peningkatan “caring”,  skill dan kemampuan dalam memberikan pelayanan kepada pasien.

Anggota tim pengabmas lainnya, Ners Nurlaila menjelaskan terkait dengan teknik komunikasi terapeutik dan kebuntuan komunikasi terapeutik. “Kebuntuan komunikasi terapeutik dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tegang baik bagi perawat maupun pasien” ujar Ns. Nurlaila. Dalam kegiatan roleplay perawat dan bidan sangat antusias melaksanakannya, termasuk ketika sesi diskusi post roleplay terkait scenario dan mempraktikkan komunikasi terapeutik. Selain itu kegiatan ini juga dilengkapi dengan mempraktekkan secara langsung kemampuan terapeutik peserta pelatihan kepada pasien/keluarga di ruang perawatan RSUD Batara Siang Kabupaten Pangkep.

Perawat dan bidan merasa sangat antusias selama kegiatan ini berlangsung. Bu Nisrawati sebagai peserta terbaik dalam kegiatan pengabmas ini mengatakan “merasa sangat berterima kasih karena kegiatan ini telah dilaksanakan, ada banyak ilmu dan wawasan baru yang didapatkan, yang Insya Allah akan sangat membantu dalam peningkatan pelayanan asuhan keperawatan khususnya di ruang ICU”.