Okayama, Jepang – Program pertukaran “Unhas-Okadai Exchange 2025” menuliskan babak baru kolaborasi internasional. Tahun ini, program yang diinisiasi Fakultas Kedokteran Gigi ini mengirimkan 15 delegasi dari Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk mengikuti rangkaian kegiatan akademik dan budaya di Okayama University, Jepang, pada 15-19 Desember 2025.

Delegasi Unhas terdiri dari 12 mahasiswa dan 3 dosen dari empat fakultas kesehatan: Kedokteran Gigi, Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat. Mereka disambut hangat oleh rekan-rekan dari Okayama University, termasuk 8 mahasiswa dan 2 dosen.

Kegiatan inti berpusat di Faculty of Health and Science, kampus Shikata Okayama University. Dua mahasiswa Keperawatan Unhas, Nurul Jawhar Ilahi dan Nur Nirmala Dwi Putri, bersama dosen pendamping mereka, Ns. Nurhaya Nurdin, S.Kep., Ns., MN., MPH, berkesempatan mengunjungi Klinik Komunitas TSUBASA di Kurashiki. Kunjungan ini difasilitasi oleh Prof. Yoko Aihara dan dua mahasiswa Keperawatan , Himari dan Yuriko.

“Kami bisa mengamati langsung bagaimana pelayanan kesehatan berbasis kunjungan rumah di Jepang bekerja dengan sangat terintegrasi. Fokusnya benar-benar pada kebutuhan pasien dan melibatkan keluarga,” cerita salah satu peserta. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang peran perawat sebagai penghubung vital antara sistem kesehatan dan komunitas.

Pada kesempatan lain delegasi F.Kep Unhas mengunjungi fasilitas canggih di Okayama University Hospital dan Simulation Center. “Teknologi di sini sangat mendukung. Sistemnya efisien dan peralatannya mutakhir, sangat membantu untuk pembelajaran berbasis simulasi, terutama bagi mahasiswa atau perawat baru yang masih membangun kepercayaan diri,” tutur salah satu delegasi mahasiswa.

Program ini merupakan bentuk implementasi kerjasama yang berkelanjutan sebagai jembatan nyata yang memperkuat jaringan akademik global, memperluas wawasan, dan memberikan pengalaman berharga bagi calon pemimpin kesehatan masa depan. Kerjasama Unhas dan Okayama University diharapkan terus berkembang, membawa manfaat bagi pengembangan pendidikan kesehatan di kedua negara.

Accessibility Toolbar