Pandemi COVID-19 yang diberlakukan oleh World Health Organization (WHO) sejak Maret 2020 belum mengalami perubahan status sampai saat ini (World Health Organization, 2020). COVID-19 mudah menyebar melalui kontak langsung. Kondisi ini menyebabkan pemerintah di sejumlah negara membatalkan kegiatan yang memungkinkan berkumpulnya banyak orang di satu tempat tertentu, termasuk pada sektor pendidikan dengan membatasi kegitan pembelajaran di sekolah ataupun kampus (International Labour Organization, 2020; UNESCO, 2020). Pembatasan ini juga terjadi pada pembelajaran tahap profesi. Sejak awal pandemi, beberapa rumah sakit telah melaporkan adanya kasus terkonfirmasi positif COVID-19 yang sedang mereka rawat, sehingga mereka membatalkan izin menyertakan mahasiswa dalam pembelajaran klinik yang melibatkan rumah sakit. Hal ini terus terjadi seiring meningkatnya sebaran infeksi COVID-19 (Ahmed et al., 2020).

Keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, Menteri Dalam Negeri, Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menyebutkan bahwa pemberian izin kepada satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka di luar lingkungan satuan pendidikan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu pelaksanaan praktik profesi ners dan fisioterapi perlu dilakukan persiapan sebelum mahasiswa mengikuti program profesi di era adaptasi kebiasaan baru.

Pada tanggal 2 Desember 2020, bidang akademik, riset dan inovasi FKep Unhas mengadakan workshop pelaksanaan praktik profesi ners dan fisioterapi pada masa adaptasi kebiasaan baru yang dihadiri oleh 24 peserta yang merupakan koodinator mata kuliah pada profesi ners dan fisioterapi. Workshop tersebut menghadirkan dua narasumber yaitu, drg. Emilya Tanry dari RS Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. dr. Maisuri T Chalid Sp.OG (K) dari RSPTN Unhas. Output dari kegiatan ini adalah terbentuknya panduan pelaksanaan praktik profesi ners dan fisioterapi di rumah sakit pada masa new normal.

Accessibility Toolbar