Tim Pengabmas Fisioterapi F.Kep Unhas sukses melaksanakan tahap kedua kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “PK-M Komunitas Prolanis: Peran Fisioterapi Kesehatan Wanita, Neuropsikiatri, dan Kardiovaskular dalam Penanganan Komprehensif Lansia melalui Edukasi, Skrining, dan Senam Intervensi” pada (02/07) di Puskesmas Lisu, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.
Tahap kedua dari kegiatan ini meliputi senam intervensi serta sesi edukasi dan penyuluhan. Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat Tahap 1 yang telah dilaksanakan pada bulan sebelumnya. Fokus utama dari program ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para lansia dalam menjaga keseimbangan tubuh, mengelola tekanan darah dan kadar gula, serta memaksimalkan kemampuan fungsional mereka melalui latihan fisik yang aman dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Kegiatan yang merupakan hibah internal Universitas Hasanuddin ini diawali dengan senam intervensi berupa latihan brain gym dan brisk walking yang dipimpin oleh tim pengabdian Masyarakat, yaitu Andi Besse Ahsaniyah, S.Ft, Physio, M.Kes, Yusfina, S.Ft, Physio, M.Kes, dan Dr. Andi Rizky Arbaim Hasyar, S.Ft, Physiobersama 6 orang mahasiswa fisioterapi Unhas kemudian dilanjutkan dengan edukasi penyuluhan terkait peran fisioterapi dalam perbaikan fungsi kognitif, metabolisme kardiovaskular, dan juga fungsi otot dasar panggul pada lansia.
Tim mendapatkan respon positif dari para lansia yang berpendapat bahwa kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan. Kepala Puskesmas Lisu, Mansur, S.Kep.Ns, juga menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi lansia yang memang sering mengalami penurunan kekuatan otot panggul, demensia, dan penyakit vaskular. Kami berharap kerja sama dengan pihak Fisioterapi Unhas dapat terus berlanjut, karena layanan fisioterapi di wilayah kami masih sangat terbatas dan lebih banyak tersedia di rumah sakit,” ujarnya.
Tim pengabdian turut memfasilitasi tiga video senam intervensi dan poster edukasi kepada puskesmas sebagai media pembelajaran lanjutan bagi para lansia, agar materi yang telah disampaikan dapat terus dipraktikkan di rumah. Kegiatan ini secara resmi ditutup dengan pemberian plakat kepada Kepala Puskesmas Lisu.



