Program Studi Fisioterapi Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin sukses melaksanakan tahap pertama kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “PK-M Komunitas Prolanis: Peran Fisioterapi Kesehatan Wanita, Neuropsikiatri, dan Kardiovaskular dalam Penanganan Komprehensif Lansia melalui Edukasi, Skrining, dan Senam Intervensi” pada Senin, (2/6) di Puskesmas Lisu, Desa Kading, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat tahap pertama, yang didanai melalui hibah internal Universitas Hasanuddin. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh, mengontrol tekanan darah dan kadar gula, serta mengoptimalkan kapasitas fungsional melalui program latihan yang aman dan sesuai dengan kondisi mereka.

Diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Fisioterapi sekaligus ketua tim pelaksana, Andi Besse Ahsaniyah, S.Ft, Physio, M.Kesyang menekankan pentingnya edukasi dan skrining terkait kesehatan otot panggul, pencegahan demensia dan keseimbangan tubuh, serta gangguan kardiovaskular pada lansia guna menjaga kualitas hidup mereka.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan mencakup berbagai sesi penting, seperti edukasi mengenai kesehatan otot panggul, sistem saraf, dan pembuluh darah. Selain itu, dilakukan pula skrining pada tiga aspek utama yaitu Kesehatan otot panggul menggunakan kuesioner ICIQ, Kognitif dan neuropsikiatri menggunakan instrumen MoCA-Ina, dan Kesehatan kardiovaskular melalui pengukuran tekanan darah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Puskesmas Lisu, Mansur, S.Kep.Ns menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi lansia yang memang sering mengalami penurunan kekuatan otot panggul, demensia, dan penyakit vaskular. Kami berharap kerja sama dengan pihak Fisioterapi Unhas dapat terus berlanjut, karena layanan fisioterapi di wilayah kami masih sangat terbatas dan lebih banyak tersedia di rumah sakit,” ujarnya.

Selain menerima edukasi dan skrining, para lansia juga dimotivasi untuk menjalani gaya hidup aktif dan sehat. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di wilayah Barru dan dapat menjadi inspirasi bagi pelaksanaan program serupa di masa mendatang.

Accessibility Toolbar