Dua dosen dan satu mahasiswa dari Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin turut berpartisipasi dalam 11th Asia Pacific Enterostomal Therapy Nurses Association (APETNA) Conference 2025 yang diselenggarakan pada 4–6 Juli 2025 di Setia SPICE Convention Centre, Penang, Malaysia. Konferensi bergengsi ini dihadiri oleh lebih dari 800 peserta dari 16 negara, dan menjadi ajang strategis untuk pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan hasil riset terkini di antara praktisi, akademisi, dan profesional, khususnya dalam bidang perawatan stomal, kontinensia, dan luka (wound, ostomy, and continence care).
Delegasi dari Fakultas Keperawatan Unhas terdiri atas Saldy Yusuf, Ph.D selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Keperawatan, Dr. Takdir Tahir, S.Kep., Ns., M.Kes sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi, serta Muhammad Az Zikra, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan. Ketiganya juga dipercaya sebagai pembicara dalam sesi oral presentation.
Saldy Yusuf mempresentasikan dua topik, yakni Development of a Mobile Application for Early Detection of Diabetic Foot Ulcer (DFU) Risk: “Diabetes Foot Check-Up” dan Perceptions of Indonesian Wound Care Nurses on the Structural and Functional Design of Diabetic Sandals.

Dr. Takdir Tahir memaparkan hasil riset berjudul The Effect of Aloe Vera, Zinc Cream and Alginate-Based Breast Cancer Wound Treatments on Changes in MMP-9 and Fibroblast Growth Factor (FGF) Levels as Predictors of Wound Healing. Sementara itu, Muhammad Az Zikra menyampaikan hasil studinya yang berjudul Revolutionizing Wound Care: A Comparative Analysis of Wagner Scale Assessments by Nurses and ChatGPT.
Dalam wawancara yang dilakukan, Ners Saldy Yusuf mengungkapkan harapannya agar APETNA Conference dapat terus menjadi ruang ilmu yang inklusif dan progresif bagi tenaga kesehatan di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Ia menyampaikan, “APETNA menjadi ruang penting bagi perawat untuk memperbarui ilmu dan praktik perawatan luka, stoma, dan kontinensia. Semoga pada 12th APETNA Conference tahun 2027 di Hongkong, semakin banyak perawat Indonesia yang hadir dan berpartisipasi sebagai delegasi.”
Keikutsertaan ini menjadi wujud nyata komitmen Fakultas Keperawatan Unhas dalam pengembangan keilmuan berbasis global serta penguatan jejaring akademik internasional di bidang keperawatan.


