Program Studi Fisioterapi F.Kep Unhas melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Postur Sehat, Gerak Hebat, Wujudkan Generasi Emas” yang melibatkan sejumlah Dosen, Mahasiswa S1 dan Profesi pada Senin, (15/09) di SMA Negeri 21 Makassar.
Turut hadir Ketua program studi profesi Fisioterapi (Irianto, S.Ft.,Physio.,M.Kes), Ketua Tim (Rijal, S.Ft.,Physio.,M.Kes.,M.Sc.,Ph.D) dan turut hadir Perwakilan SMAN 21 (Dr. Iskandar, S.Pd.,M.M.) yang membuka kegiatan secara resmi, serta siswa-siswi yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Iskandar, S.Pd., M.M., selaku perwakilan SMA Negeri 21 Makassar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Program Studi Profesi Fisioterapi Unhas yang kembali bermitra dengan SMA Negeri 21. “Ini merupakan kali kedua SMA 21 menjadi mitra, sebelumnya melalui penelitian tentang plyometric exercise yang terbukti dapat menambah tinggi badan siswa. Kali ini dikembangkan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat karena membawa dampak positif bagi siswa-siswi kami. Harapannya kerja sama ini terus berlanjut baik dalam penelitian maupun pengabdian di masa mendatang,” ungkapnya.
Dilanjutkan sambutan oleh Ketua Program Studi Profesi Fisioterapi, Irianto, S.Ft., Physio, M.Kes., turut memberikan pengenalan mengenai prodi fisioterapi Universitas Hasanuddin. Ia juga menyebutkan animo pendaftar prodi fisioterapi di tahun 2025 sebanyak 1.183 orang dan yang berhasil lolos hingga tahap akhir dan resmi diterima hanya sebanyak 92 orang. Fisioterapi merupakan bidang kesehatan yang berfokus pada penanganan masalah gerak dan fungsi tubuh, mulai dari gangguan postur, kelemahan otot, penanganan cedera, hingga pemeliharaan kebugaran. “Karena perannya yang luas, fisioterapi sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Ketua tim pengabdian, Rijal, S.Ft., Physio, M.Kes., M.Sc., Ph.D., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami pentingnya aktivitas fisik dan postur tubuh, serta memperoleh informasi terkait physical fitness untuk meningkatkan kesehatan dan perkembangan fisik. “Dengan rutin melakukan plyometric exercise, siswa dapat beralih dari gaya hidup sedentari menjadi lebih aktif, sehat, mandiri, sekaligus mencapai peningkatan tinggi badan yang optimal,” ujarnya.


Rangkaian kegiatan terdiri dari Edukasi mengenai postur tubuh yang benar serta latihan sederhana untuk menjaga kesehatan postur, Skrining postur dan physical fitness yang mencakup pengukuran tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh (IMT), dan Pemeriksaan skoliosis, kifosis, lordosis, rounded shoulder, dan forward neck. Sementara itu skrining physical fitness dilakukan melalui pengukuran keseimbangan, kekuatan, dan fleksibilitas siswa.
Kegiatan diakhiri dengan pemberian latihan plyometric kepada siswa untuk meningkatkan kekuatan, fleksibiltas, keseimbangan dan kebugaran jasmani. Antusiasme peserta terlihat dari semangat siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga postur tubuh, rajin berolahraga, dan siap menjadi generasi emas yang sehat serta produktif.



