Aspek spiritual menjadi penting bagi setiap individu yang berkaitan erat dengan hubungannya terhadap Sang Pencipta, orang lain maupun keberadaannya di dalam kelompok/masyarakat {E.J. Taylor (2002). Spiritual Care: Nursing Theory, Research and Practice. Upper Saddle Rier, NJ: Prentice Hall}. Sehatnya kondisi spiritual seseorang tercermin dalam keyakinan, harapan, arti dan tujuan hidup, capaian dunia spiritual, perasaan damai, kemampuan mencintai, memaafkan, berdoa, beribadah, interaksinya dengan pemuka agama, hubungannya dengan orang lain, serta interaksinya dengan orang lain dalam membagi pemikiran, perasaan dan keyakinan {S.Moorhead & M.Mass, (2004). Iowa Intervention Project: Nursing Outcomes Classification. St Louis, MO: Mosby}.
Menyadari pentingnya aspek spiritual yang sangat menunjang dalam pencapaian visi misi Prodi, maka ta’lim dosen muslimah dihadirkan sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Hari jum’at, 9 September 2016/ 7 Zulhijjah 1437 H telah terselenggara Ta’lim perdana dosen muslimah Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, bertempat di ruang rapat/senat lantai 5. Ta’lim perdana ini membahas sisi Tazkiyatun Nafs(Penyucian Jiwa) yang mengangkat topik “Keutamaan Niat”. Taklim yang dipandu oleh Ustazah Ruchwana Tenrisima (Mantan Ketua 3, UKM Mahasiswa Pencinta Mushallah Universitas Hasanuddin) menekankan pentingnya menempatkan aspek niat dalam setiap aktivitas agar bernilai ibadah di sisi Allah.
Ta’lim yang dibuka secara langsung oleh DR. Ariyanti Saleh selaku ketua Program Studi Ilmu Keperawatan ini berlangsung hikmad dan memberikan suntikan semangat tersendiri bagi peserta untuk selalu memperbaiki dan memperbaharui niat dalam setiap aktivitasnya hanya diperuntukkan kepada Allah (ikhlasunniyah). Niat ikhlas karena Allah ta’ala semata yang dapat menjadi daya dorong terbesar bagi seorang mukmin untuk melaksanakan setiap amanah dan tanggung jawabnya dengan penuh kesungguhan (mujahadah) dan ketekunan (itqan) sehingga bisa melahirkan amalan terbaik (ihsanul amal) di hadapan Allah dan bermanfaat bagi manusia di sekitarnya.