F.Kep Unhas gelar kuliah tamu secara daring sebagai implementasi kerja sama akademik yang terjalin dengan Kanazawa University, Jepang. Kegiatan ini berlangsung pada pada (09/05) pukul 14.30 dan diikuti secara antusias oleh dosen serta mahasiswa dari Kanazawa University.
Kegiatan ini mengusung tema “Advancing Wound Management: Bridging Research and Clinical Practice – Lessons from a Private Wound Care Clinic in Indonesia.” Acara ini merupakan bagian dari upaya pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Fakultas Keperawatan dan tindak lanjut dari Letter of Intent (LoI) yang telah ditandatangani oleh kedua institusi.
Kuliah tamu dibuka oleh Prof. Makoto Oe, Ph.D., RN (Institute of Medical, Pharmaceutical and Health Sciences), dari Kanazawa University, sementara Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin diwakili oleh Ns. Saldy Yusuf, S.Kep., Ns., MHS., Ph.D.
Dalam presentasinya, Dr. Saldy Yusuf—yang juga Ketua Indonesian Diabetic Foot Care Research Group (https://trg.unhas.ac.id/indofootcare/) memaparkan topik seputar pengembangan praktik mandiri perawatan luka di Indonesia, suatu model layanan yang secara regulasi belum dimungkinkan di Jepang. Beliau membagikan pengalaman empiris sebagai praktisi perawatan luka yang terlibat dalam penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat berbasis evidence-based practice.
Beberapa inovasi hasil riset yang telah diimplementasikan turut dipresentasikan dalam sesi ini, di antaranya:
- Pemanfaatan getaran handphone untuk pengkajian status neuropati,
- Penggunaan kamera inframerah untuk deteksi risiko kaki diabetes,
- Dan potensi integrasi ChatGPT untuk pengkajian luka kronis.
Sesi kuliah tamu ini berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari dosen dan mahasiswa Kanazawa University. Diskusi mencakup peluang kolaborasi penelitian, inovasi teknologi keperawatan, serta pengembangan praktik klinis berbasis riset antara kedua institusi.
Kerja sama ini diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bagian dari komitmen Fakultas Keperawatan Unhas dalam mengembangkan jejaring internasional serta meningkatkan kapasitas riset dan pendidikan keperawatan yang berdaya saing global.
