Skip to content

Tim Pengabmas FKep Unhas dan STIKes Panrita Husada Lestarikan Tenun Hitam Kajang

Tim Pengabmas F.Kep Unhas bekerja sama dengan STIKes Panrita Husada Bulukumba melaksanakan kegiatan sosialisasi Program Inovasi Seni Nusantara bertajuk “Integrasi Ergonomi, Psikologi, dan Latihan Fisik dalam Pelestarian Seni Tenun Kain Hitam Kajang” pada Minggu (28/06) pukul 09.00 WITA di Desa Tanah Towa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan ini sebagai langkah awal pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesehatan fisik dan mental para penenun sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya Tenun Kain Hitam Kajang melalui pendekatan ergonomi, psikologi, dan latihan fisik. Program ini dilaksanakan bersama mitra PHKom PEREMPUAN AMAN Kajang sebagai komunitas yang selama ini aktif melestarikan seni tenun khas masyarakat adat Kajang.

Sebanyak 60 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri atas 50 perempuan penenun kain hitam Kajang serta 10 pelajar, yaitu 5 siswa SMP dan 5 siswa SMA. Keterlibatan para pelajar menjadi bagian penting dari upaya regenerasi penenun muda agar keterampilan menenun tetap diwariskan kepada generasi berikutnya dan seni tenun Kajang terus lestari di tengah perkembangan zaman.

Ketua Tim Pengabmas, Rijal, S.Ft., Physio., M.Kes., M.Sc., Ph.D, menyampaikan bahwa pelestarian budaya tidak hanya berfokus pada hasil karya tenun, tetapi juga pada kesejahteraan para penenun sebagai pelaku utama budaya. Menurutnya, aktivitas menenun yang dilakukan dalam posisi kerja statis dan berulang berisiko menimbulkan gangguan muskuloskeletal, kelelahan fisik, hingga stres kerja apabila tidak disertai penerapan prinsip ergonomi dan pola hidup sehat.

“Melalui program ini kami ingin menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif. Tidak hanya meningkatkan kesehatan dan produktivitas para penenun, tetapi juga menyiapkan generasi muda agar memiliki kepedulian dan keterampilan dalam melestarikan seni tenun kain hitam Kajang,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara F.Kep Unhas, STIKes Panrita Husada Bulukumba, dan PHKom PEREMPUAN AMAN Kajang, program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja para penenun melalui berbagai kegiatan edukasi, skrining, latihan fisik, serta pendampingan, tetapi juga memperkuat upaya pelestarian budaya Tenun Kain Hitam Kajang. Keterlibatan generasi muda dalam mengenal nilai-nilai budaya dan mempelajari teknik dasar menenun diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam menciptakan regenerasi pelaku seni, sehingga warisan budaya tersebut tetap lestari dan terus berkembang di tengah masyarakat.

Bagikan Berita :