
Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Keperawatan (F.Kep) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar kegiatan Bina Desa Kemahasiswaan 2026. Kegiatan yang melibatkan 40 pelaksana ini bertempat di Desa Pucak, Kabupaten Maros, Jumat hingga Sabtu (24-25/04). Pengabdian ini mengusung tema “Gelora Pengabdian Butta Salewangang: Menggerakkan Ilmu, Menyehatkan Desa Pucak” dengan berfokus pada upaya preventif dan promotif sebagai upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yakni Good Health and Well-Being.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dengan hari pertama awal keberangkatan dan persiapan kegiatan dilokasi, hari kedua merupakan hari h kegiatan yang dihadiri oleh dosen pendamping Akbar Harisa, S.Kep., Ns., PMNC., MN yang sekaligus membuka acara mewakili Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin, Akbar Harisa, S.Kep., Ns., PMNC., MN, juga Yery Mustari, S.Ft., Physio, M.ClinRehab., C.MTP. Adapun Kakak alumni sebagai pemateri yaitu Muh.Yusuf, S.Kep., Ns., untuk materi gastritis dan Miko Prasetyo, S.Kep., Ns. untuk materi ISPA. Serta Kepala Desa Pucak, Abdul Razak, Kepala Puskesmas Hj Yuyun, S.Kep., Ns, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, dosen pendamping kegiatan, Akbar Harisa S.Kep., Ns., PMNC., MN., menyampaikan bahwa Bina Desa Kemahasiswaan 2026 merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Unhas, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Ia juga menegaskan komitmen Unhas untuk berperan sebagai katalisator dalam mendukung pencapaian SDGs. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan selama dua kali dalam setahun dan difasilitasi langsung oleh Unhas,” tambah Akbar.
Di samping itu, Kepala Puskesmas Tompobulu, Hj Yuyun, S.Kep., Ns., turut mengapresiasi fokus penyuluhan dalam kegiatan tersebut, yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gastritis. Ia mengungkapkan bahwa kedua penyakit tersebut selama beberapa tahun terakhir menjadi masalah kesehatan dengan angka kejadian tertinggi berdasarkan pencatatan data wilayah kerja puskesmas Tombopulu.
Tak berhenti disitu, Kepala Desa Pucak, Abdul Razak menyambut baik kehadiran panitia pelaksana dan mengungkapkan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menuturkan bahwa pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi lansia, dapat menjadi sarana untuk memantau dan mengevaluasi kondisi kesehatan masyarakat. “Apabila ditemukan kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut, kami dapat segera melakukan pendataan dan tindak lanjut terhadap warga yang membutuhkan penanganan,” ujarnya.
Sebagai penutup, Ketua Panitia, Muh. Riyadh Akhsan, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata dalam mendorong serta menginisiasi peningkatan literasi kesehatan masyarakat, sekaligus memperkuat kemitraan antara institusi perguruan tinggi dan masyarakat pedesaan.

